Jaringan Komputer

on
  1. Apa perbedaan Logical Topology dan Physical Topology ?
Jawab :
Logical Topology adalah suatu bentuk bagaimana suatu media transmisi dihubungkan secara bersama-sama sedangkan Physical Topology adalah rules communication yang dipakai station dalam berkomunikasi dalam network.

  1. Apa hubungan antara Logical Topology dan Physical Topology ?
Jawab :
Hubungan antara Logical Topology dan Physical Topology yaitu Logical Topolgy hanya akan beroperasi pada Physical Topology tertentu.
Sebagai contoh : Ethernet hanya akan beroperasi pada Bus, Star dan Point to Point dari Physical Topology, tetapi tidak akan bekerja pada Ring. FDDI akan berfungsi pada Ring atau Star Topology tetapi tidak akan beroperasi pada Bus atau Pint to Point. Setelah kita bisa menentukan logical Topolgy yang digunakan, kita bisa memilih physical topology nya.

  1. Sebutkan macam-macam Physical Topology ?
Jawab :
Ada 4 macam Phiysical Topology yaitu :
a. Bus
Bus topology ini menggunakan sebuah kabel tunggal jenis coaxial Thin Eternet (Thinnet) dan Thick Eternet (Thicknet)
b. Star
Topologi star yaitu dimana masing-masing workstation dihubungkan ke secara langsung ke server atau hub/switch.
c. Ring
Topoligi Ring yaitu dimana semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin.
d. Point to Point
Dengan point to point hanya dua system yang terhubung melalui media fisik

  1. Sebutkan macam-macam Logical Topology ?
Jawab : Macam- macam Logical Topology yaitu Ethernet, FDDI(Fiber Distributed Data Interchange), Token Ring, ARCnet, dan ATM.

  1. Sebutkan macam-macam connection type dan jelaskan kelebihan dan kekurangan antar masing-masing tipe itu !
Jawab :
Macam-macam connection type yaitu
a. Circuit Switching
Kekurangan : lebih boros dibandingkan tipe lain karena circuitswitching tetap aktif walaupun tidak ada lagi pengiriman data.
Kelebihan: cocok digunakan untuk mengirimkan informasi yang real time.
b. Message Switching
Kelebihan : merupakan tipe store and forward connection yang di set up antara device yang berhubungan sepanjang jalur pengiriman data.
Kekurangan: boros dalam penggunaan memory dan membutuhkan lebih banyak proses dalam menyimpan message sebelum dikirimkan.
c. Packet Switching
Kelebihan: Tiap frame bisa melewati path / jalur yang berbeda untuk mencapai destination / tujuan.
Kekurangan : kurang cocok bila digunakan dalam pengiriman datayang real time seperti live audio dan video.

  1. Jelaskan secara detail tentang preamble, header, data, FCS?
Jawab :
    1. Preamble digunakan sebagai synchronize communication antar berbagai system di dalam logical network yang sama. Di dalam lingkungan Ethernet, Preamble membuat system penerima transmission untuk mendapatkan actual flow data.
    2. Header berisi informasi tentang siapa yang mengirim frame dan kemana frame itu akan dikirim, juga berisi informasi lain seperti berapa besar ukuran frame tersebut (Length field). Length Field digunakan untuk error correction. Jika station penerima mengukurbahwa frame tersebut berbeda ukurannya dengan length field maka ia akan meminta station pengirim untuk mengirim ulang frame yang baru. Tetapi bila length field tidak digunakan maka header akan berisi sebuah type field yang memberi tahu apa tipe dari Ethernet frame tersebut.
    3. Data, bagian data dari frame berisi actual data yang akan dikirim, juga berisi informasi protocol lain seperti Source dan Destination IP Address. Ukuran besar data 46 bytes – 1500 bytes.
    4. FCS (Frame Check Sequence)-4 bytes. Berisi 32 bit cyclic redundancy check (CRC). Dibuat oleh source MAC Address dan direkalkulasi oleh receiving MAC Address untukl memeriksa apakah terjadi kerusakan frame.


  1. Jelaskan secara binary mengapa hexadesimal FF-FF-FF-FF-FF-FF merupakan alamat broadcast?
Jawab : bila FF-FF-FF-FF-FF-FF diubah menjadi bilangan binary maka :
11111111 -11111111-11111111-11111111-11111111-11111111
Karena nilai binary nya 1 semua maka jika di -AND kan, nilainya akan kembali ke IP Address semula.


  1. Mengapa alamat 0060B06A8F3E jumlahnya 6 byte jelaskan !
Jawab : karena tiap 1 bytes terdiri dari 8 bit binary.
0060 B06A 8F3E
= 0000 0000 0110 0000 1011 0000 0110 1010 1000 1111 0011 1110
1 byte 1 byte 1 byte 1 byte 1 byte 1 byte , jadi semua nya ada 6 byte.
0060B0 : adalah kode pabrik
6A8F3E : adalah kode hardware


  1. Berapa ukuran minimum dan maksimum frame ethernet ?
Jawab : Ukuran minimum frame ethernet yaitu 64 bytes sedangkan ukuran maksimum frame ethernet yaitu 1518 Bytes.

  1. Apa protokol yang digunakan dalam mencari MAC Address dan bagaimana cara kerja protokol tersebut dalam mendapatkan MAC Address?
Jawab :
Protocol yang digunakan untuk mencari MAC Address yaitu ARP (Address Resolution Protocol). Cara kerja ARP yaitu sistem pengirim mengetahui IP Address destination system tetapi tidak mengetahui mac address dari destination system maka ARP mencari mac address dari destination system

  1. Bagaimana pola kerja ARP jika alamat yang dituju tidak berada padanetwork yang sama ?
Jawab :
ARP harus mengetahui IP Address dari gateway yaitu suatu server mempunyai subnet yang berbeda dengan desktop, server mengirim arp untuk mencari mac address pada suatu gateway pada local router. Setelah server mengetahui mac address dari gateway kemudian server mengirim data ke router.

  1. Cari literatur tentang OSI Layer di Internet !
Model Open Systems Interconnection(OSI)
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.





Model Layer OSI

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

“Open” dalam OSI
“Open” dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity” (dapat dibongkar pasang).
Modularity
“Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.
Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berbeda.

Modularity


Seperti contoh Jasa Antar/Kurir. “Modularity” pada level transportasi menyatakan bahwa tidak penting, bagaimana cara paket sampai ke pesawat.


Paket untuk sampai di pesawat, dapat dikirim melalui truk atau kapal. Masing-masing cara tersebut, pengirim tetap mengirimkandan berharap paket tersebut sampai di Toronto. Pesawat terbang membawa paket ke Toronto tanpa memperhatikan bagaimana paket tersebut sampai di pesawat itu.
7 Layer OSI
Model OSI terdiri dari 7 layer :
  • Application
  • Presentation
  • Session
  • Transport
  • Network
  • Data Link
  • Physical



Apa yang dilakukan oleh 7 layer OSI ?


Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.
Model OSI
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenisprotoklol jaringan dan metode transmisi.
Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.





Model OSI
Keterangan


Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.


Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.


Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.


Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).


Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.


Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.



Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.

0 komentar:

Poskan Komentar